Jumat, 24 Agustus 2012

Berharap kau setia padaku,
Ibarat menghitung helaian nafasku,
Hanya sia-sia ku dapat
Berharap hanya aku yang ada di hatimu,
Ibarat mimpi, yang tak mungkin jadi kenyataan,
Manis katamu,
buatku mengharapkan kaulah belahan jiwaku,
Namun aku sadar, itu hanya harapan kosongku,
Darai air mataku terjatuh
Melihat kepergianmu bersama cinta barumu,
Penat aku dengan semua ini
Ku ingin kau enyah dari pikiranku
Ku ingin lihat kau pergi bersama pekatnya malam,

Selasa, 21 Agustus 2012

Amarahmu lambat laun membuatku semakin lelah,
Seolah aku yang selalu salah,
Kau marah tanpa bertanya apa yang aku alami,
Apa hubungan ini masih sanggup bertahan, jika kau tak mengerti aku ?
Apa kamu pernah bertanya , apa kmu pernah berpikir ?
Apa yang aku alami, aku rasakan, ?
Sedikitpun tidak
Yang kamu tau marah dan marah, ,
Pernah kamu berpikir, kalo aku kesepian ?
Ga pernah, yang kamu pikir aku selalu bahagia dengan duniaku sendiri
Kamu salah,
Aku kesepian,
Berharap satu orang aja yang bisa mengerti aku,
Nampaknya itu hanya sebuah harapan.
Ibuku ? atau Ayahku ?
G ada yang peduli,
Kamu ?
Kamu hanya bisa marah, n menyalahkan.
Sahabatku ?
Sibuk dengan kehidupannya sendiri,
Trus aku ?
Cuma sama Tuhan aku berharap,
karna aku yakin harapanku ke Tuhan tidak akan sia"
Tidak seperti aku berharap pada Ibu, Ayah, kamu, dan sahabat"ku,
Rasa sakit, sedih, sepi, dan semuanya bisa aku ungkapkan pada Tuhan
Ketika aku bersujud dalam linangan air mata
Berharap aku segera kembali di pelukNya
Mungkin kamu, n mereka akan bahagia,